Slash di Indonesia

Hai, Slash. Apa kabar? Bagaimana Indonesia sejauh ini?

Hai! Indonesia sejauh ini menyenangkan. Sebenarnya saya tidak pernah menyangka akan pergi ke sini, sebuah pengalaman yang baik pastinya.

Bisa diceritakan tentang album baru ini? Apakah ada pengaruh dari Santana yang membuat album dalam nuansa yang sama?

Haha. Sepertinya tidak ada pengaruh dari Santana. Album ini merupakan hasil dari berbagai kolaborasi dan berbagai situasi yang saya alami dari lebih dari dua puluh tahun bermusik. Saya bertemu dengan banyak musisi, bekolaborasi dengan mereka dan mengalami situasi yang berbeda-beda ketika mengerjakannya. Ini seperti mencurahkan segala isi di kepala menjadi sebuah album yang benar-benar menjadi cerminan saya. Dan lihat, saya menkombinasikan musik saya dengan berbagai musisi lintas generasi. Menjadikan sebuah kepuasan tersendiri yang pasti.

Ngomong- ngomong, kamu identik dengan gitar Gibson Les Paul model. Apa ada cerita dibalik itu?

Benar! Sejujurnya Gibson Les Paul  adalah gitar yang sepertinya dibuat untuk saya. Sewaktu kecil saya mempunyai gitar dengan model Les Paul, dan ketika menginjak remaja dan memutuskan untuk serius bermain gitar kemudian saya mencari gitar yang cocok untuk permainan saya. Sempat mencoba gitar merk lain tetapi entah mengapa hanya Gibson Les paul yang memberikan kenyamanan tersendiri dalam bermusik. Sound-nya oke, bodinya pun juga saya suka.

Apakah kamu sering mengalami perasaan gugup sebelum naik ke atas panggung?

  Pernah dan selalu. Saya selalu mengalami perasaan gugup di setiap panggung yang saya jejaki. Tetapi percaya atau tidak, rasa gugup tersebut menjadi kunci sukses dalam mengalahkan panggung dan audiens yang ada. Ada semangat tersendiri yang tersimpan dalam rasa gugup yang berujung kepada sebuah keberanian. Gugup adalah kunci sukses saya selama ini.

Myles Kennedy adalah vokalis yang juga pandai memainkan gitarnya. Apakah kamu memberikannya kesempatan untuk menunjukan skillnya di atas panggung?

  Myles memang seorang yang pandai memainkan gitar. Saya selalu memberikannya kesempatan untuk bermain gitar bersama saya, tetapi hanya sebatas untuk jamming semata. Jika mengarah kepada penunjukan skill sepertiya tidak. Karena ini adalah konser saya.

Jika boleh tahu, asal-usul nama Slash dari mana sih?

  Nama tersebut adalah pemberian teman-teman saya ketika saya mulai dikenal sebagai seorang gitaris. Mereka menyebut saya Slash karena saya selalu bermain gitar dengan cara yang cepat. Dan saya rasa, nama tersebut cukup keren dan melekat pada diri saya hingga kini.

Ada banyak kolaborasi dalam album baru. Menurut kamu, siapakah penyanyi yang terbaik   di antara mereka?

  Menurut saya semuanya adalah penyanyi terbaik. Mereka punya kelebihan dan keunikan tersendiri sebagai penyanyi. Hal tersebutlah yang menjadi alasansaya untuk mengajak mereka untuk bergabung dalam album ini.

Adakah momen yang paling menyenangkan dalam proses album baru?

Tentunya banyak sekali. Tetapi saya masih mengingat ketika mengerjakan lagu Gotten  di mana saya berkolaborasi dengan Adam Levine. Saya cukup menyukai lagu tersebut karena saya kembali memainkan lagu balada dan dibawakan oleh vokalis yang mempunyai karakter cukup kuat. Sayangnya lagu tersebut cukup jarang saya mainkan di panggung. Hehe..

Apakah perbedaan Slash sekarang dengan Slash di 20 tahun yang lalu?

  Sekarang saya jauh lebih disiplin. 20 tahun lalu saya masih muda dan ketika itu berada di puncak ketenaran. Kehidupan semuanya begitu brutal. Pesta setiap malam dan hampir berujung kepada keributan. Tetapi sekarang sudah berubah. Kehidupan saya nggak lagi seperti dulu.  Harus ada kerja sama yang baik dari menejemen dan saya pribadi. Kami semua mencoba untuk profesional dalam mengerjakan segala kontrak yang ada dan membutuhkan kedisiplinan. Saya juga menambah waktu latihan gitar untuk menjaga skill. Sangat jauh dari kehidupan saya di 20 tahun lalu di mana saya hanya tinggal naik panggung tanpa mengerti tentang hal apapun.

Terakhir, ada pesan dan kesan spesial untuk Indonesia?

Pastinya! Senang berada di sini. Tidak pernah menyangka jika saya pernah menginjakan kaki di Indonesia dan ternyata punya penggemar yang cukup banyak. Sebuah pengalaman yang menyenangkan. God bless,  Indonesia! (*)

Penulis : Rastiaka Atha Hestaviyasa

Kapan terakhir kali Anda mendengar tentang Jakarta atau Indonesia? Apa yang Anda tahu?
Well, pertanyaan yang bagus. Saya hanya tahu sedikit sekali tentang Indonesia. Saya banyak tahu tentang ular yang berasal dari Indonesia (Tertawa). Sejujurnya, saya terakhir kali ke Indonesia bersama Slash`s Snakepit waktu itu tahun… Saya pasti terlalu banyak minum waktu itu makanya jadi lupa semua… (Tertawa).

Sejujurnya, Anda malah belum pernah datang ke sini, Slash (Tertawa).
Oh ya? (Tertawa)

Tidak masalah. Apa janji Anda bagi penggemar di Jakarta yang akan datang ke konser Anda nanti?
Saya cukup sering ngobrol dengan penggemar dari Jakarta melalui Twitter. Sangat sering. Konsernya akan sangat keren nanti. Saya sudah konser beberapa kali dengan formasi ini dan videonya ada di YouTube. Band ini sangat bagus dan Myles Kennedy juga sangat keren, lagu-lagunya pun begitu. Semua di band sangat siap. Maka konser saya nanti di Indonesia akan menjadi sangat… killer!

Apa pendapat Anda tentang Chinese Democracy?
Menurut saya itu album bagus. Itu adalah album Axl yang sempurna…

Oh ya? Jawaban Anda diplomatis sekali.
Dengan semua bullshit yang beredar, jujur, menurut saya Axl bernyanyi bagus di album itu. Dia adalah salah satu vokalis rock & roll terbaik sepanjang masa. Ketika dia bernyanyi tentang sesuatu dia selalu jujur (Tertawa).

Siapa artis pertama yang Anda telepon untuk proyek album solo ini?
Orang pertama yang saya ajak ngobrol untuk bernyanyi di album ini adalah Ozzy Osbourne. Dan orang yang pertama kali saya pikirkan untuk mengisi vokal ketika membuat musiknya adalah lagu yang dinyanyikan Ozzy itu. Waktu itu saya sedang membuat scoring film. Kebetulan setelah tur Velvet Revolver ber-akhir saya masuk ke studio dan menggarap scoring film Meksiko berjudul This Is Not A Movie. Nah, ketika menulis bagian-bagian musik itu, yang tercipta menurut saya sangat identik dengan gaya lagu-lagu Ozzy. Itulah yang membuat saya akhirnya berpikir untuk membuat album solo. Esoknya saya telepon Ozzy mengajak dia menyanyikan lagu itu, dan seterusnya saya berpikir untuk membuat lagu-lagu lain lagi (Tertawa).

Ceritakan tentang pengalaman Anda bekerja sama dengan Lemmy dari Motorhead di album ini. Dia salah satu idola saya.
Oh, dia idola Anda juga? Well, dia juga salah satu idola saya. Saya beberapa hari yang lalu baru saja manggung dengan Lemmy. Buat saya Lemmy adalah salah satu ikon rock & roll terbaik dari beberapa generasi. Sebuah kehormatan bagi saya untuk mengajak dia… Sebenarnya saya sangat dekat dengannya, tapi tahulah, baginya untuk meluangkan waktu, merekam satu lagu saja, datang ke studio adalah sesuatu yang sangat berarti besar bagi saya. Dan Lemmy adalah salah seorang yang paling sopan, jujur, baik yang pernah saya temui dalam bisnis ini. Saya selalu mengaguminya dan menjadikannya contoh. He`s a hardcore looking good, you know. Very much a gentleman. Dan hal paling keren bekerjasama dengan Lemmy adalah dia yang menulis lirik bagi lagu tersebut dan pengalaman pertama saya juga memesan Jack Daniel`s dan potato chips bagi orang lain (Tertawa).

Anda lebih memilih reuni dengan siapa? Axl Rose atau Scott Weiland? Mengapa?
Saya pikir mungkin–walau pun saya ragu juga–akan terjadi dengan kedua orang tersebut, akan sangat mudah dipahami bagi saya untuk melakukannya dengan Scott (Tertawa).�

Apakah masih ada secercah harapan bagi penggemar untuk menyaksikan reuni formasi klasik Guns N Roses? Mungkin untuk terakhir kalinya dalam hidup kami?
Saya pikir itu sulit jadi kenyataan. Terus terang, itu adalah ide yang menarik, bahkan sangat keren, tapi pada kenyataannya sangatlah muluk…

Jadi agak mirip dengan menunggu Led Zeppelin menggelar tur reuni?
Ya, itu ide yang bagus tapi tidak akan pernah terjadi!

Apa yang ada di benak Anda ketika pertama kali menciptakan intro melodi “Sweet Child O Mine.” Sangat klasik dan tak lekang oleh waktu. Terimakasih untuk pujiannya. Sayangnya, saya tidak ingat apa yang ada di pikiran saya dulu…

Oh ya? Mungkin Anda sedang “tinggi” saat itu?
Tidak. Yang saya ingat waktu itu siang hari dan saya tidak sedang mabuk atau menggunakan narkotika. Saya sedang main gitar saja dan tiba-tiba mulai menemukan melodi tersebut. Sangat menarik karena Izzy yang duduk dekat saya kemudian mulai memainkan kord juga dan Axl yang mendengar kami memainkan melodi itu langsung menulis lirik secara berbarengan. Dan esok harinya ketika kami latihan Axl berkata, “Hey, coba mainkan lagi lagu yang kemarin.” Saya mainkan, Axl mulai bernyanyi dan jadilah “Sweet Child O Mine”. It came out of nowhere, really (Tertawa).

Oleh: Wendi Putranto

slash-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s