Underground Surabaya

Tulisan ini adalah berdasarkan pada sudut pandang saya atau yang saya alami dan ketahui sendiri, dimana saya sebagai pelaku langsung maupun tidak langsung. Sudut pandang ini sangat terbatas sekali, jadi saya mohon maaf jika tulisan ini tidak memuat semua kejadian aktual yang terjadi di Surabaya.Semoga tulisan ini bermanfaat..Hidup Surabaya !!!

 

Embrio Scene Death Metal Surabaya (93-96) :

 

Di tahun 93, dimana Slowdeath pertama kali terbentuk dan tampil di kampus yang ada di Surabaya, bisa jadi merupakan awal persinggungan saya dengan yang nantinya menjadi scene extreme metal di kota Pahlawan ini. Sebelumnya saya tidak pernah tahu / melihat band Surabaya yang memainkan genre musik Grindcore / Death Metal, ijinkan saya mengatakan mungkin saja Slowdeath adalah band I Surabaya yang menampilkan genre ini di depan publik / umum. Setelah itu banyak band death metal yang mulai berani muncul di event2 kampus Surabaya. Dari tahun 94-95  Surabaya di serbu puluhan band cadas, sebut saja ada Dry Corpse (Embrio dari DRY) , Brutal Torture , Bushido , dan banyak lagi. Saya dan Gugus (Drumer DRY Corpse) seringkali bertukar info tentang event kampus, dan kami berdua sering saling bantu untuk bisa main di event tersebut. Kontak dan persahabatan dengan Gugus inilah yang memunculkan tongkrongan di salah satu mall Surabaya. Tujuan tongkrongan ini supaya pelaku scene metal Surabaya bisa saling kenal dan bisa bekerja sama dengan lebih baik. Sebelumnya, secara kebetulan Slowdeath dan band2 Death metal Surabaya yang lain tampil dalam satu event bersamaan, event itu bernama Surabaya Expo 95. Dari situ Gugus yang sangat bersemangat membangun scene Death Metal mengajak saya membuat semacam organisasi yang bernama Independent. Saya yang menjadi Koordinator waktu itu. Tujuan organisasi ini adalah untuk membuat Scene Surabaya Death Metal menjadi besar dan dikenal di kota2 yang lain. Dari situ kita berencana membuat sebuah event, sayangnya event ini justru gagal. Organisasi pun digantikan dengan nama SUS (Surabaya Underground Society) dengan ketua bernama Agus. Saya sendiri tidak terlibat di organisasi ini, meskipun ikut rapat pembentukan. SUS berhasil membuat satu event (AMUK I) di kampus dengan semua band metal extreme Surabaya ikutan tampil, termasuk Slowdeath. Mereka juga merekam sebuah kompilasi di Inferno Studio yang diisi oleh 25 band SUS.

 

Masa Perkembangan Scene Death Metal / Black Metal Surabaya (96-98) :

 

Dimasa Independent, kami sepakat untuk memberi label Independent pada setiap rilisan / album band-band Surabaya, sifatnya hanya himbauan saja bukan paksaan atau keharusan. Tujuannya hanya untuk menjalin kekompakan saja, sebab album2 itu sebenarnya diproduksi / dibiayai oleh bandnya sendiri bukan oleh Independent, bahkan Independent pun sebenarnya sudah bubar waktu itu.

 

Dimasa ini, SUS juga akhirnya bubar, banyak band Black Metal yang membentuk organisasi sendiri, yang diberi nama Army Of Darkness dengan Gugus sebagai ketuanya. Mereka ini sangat aktif membuat event yang super panjang dan besar, dengan 40-50 band yang digelar dari 10 pagi sampai 2 pagi besoknya di gedung IKIP Surabaya. Sedangkan band2 Death Metal Surabaya, tidak membuat organisasi apapun. Kita hanya sering berkumpul untuk latihan di Studio Inferno saja. Tapi event tetap kita gelar dengan sering bekerjasama dengan Gugus. Sebelum Army Of Darknes berdiri, Saya + Gugus + Nendy (Fear Inside) + band Wafat ( Versi Pipin ) pernah patungan membuat  event yaitu AMUK II, kemudian Stop The Madness (Saya + gugus + Wafat & 2 orang teman lagi) sedangkan Tegangan Tinggi hanya saya + Gugus + Anak2 Punk Surabaya.

 

Masa Kemajuan, Kemunduran dan Kebangkitan Scene Extreme Metal Surabaya (98-sekarang) :

 

Di era ’98-2000 , sudah banyak band extreme Surabaya bermunculan. Semua genre seperti tumbuh dengan pesat waktu itu tidak hanya Death Metal atau Black Metal saja. Sayangnya kita tidak bisa bersatu, terutama dengan scene Punk. Di kurun waktu ini, Surabaya banyak event yang digelar oleh pelaku-pelaku baru yang tidak mempunyai hubungan dengan era sebelumnya. Tapi semua ini awalnya tidak menjadi masalah, justru memudahkan. Radio Rajawali juga cukup berperan untuk menyuarakan scene metal sejak tahun 96an mereka sudah mendukung kami. Di Surabaya juga banyak bermunculan media cetak, meskipun sangat singkat dan terbatas, juga ala kadarnya. Rilisan album juga semakin banyak, tapi kami belum mempunyai label yang menaungi, kami hanya merilis secara DIY, sampai akhirnya label No Label masuk Surabaya dan menaungi banyak band Surabaya, mulai Punk – Death Metal.

 

Di kurun waktu ini, hanya Army Of Darkness yang rutin membuat event, sedangkan event lain di Surabaya digelar bergantian oleh pihak2 pribadi atau kelompok tertentu. Army Of Darkeness ini adalah embrio dari Trendy Bangsat. Setahu saya kata Trendy Bangsat sering kali diucapkan oleh Gugus di jaman 97/98an.

 

Puncak dari semua ini adalah tahun 2000, setiap minggu event digelar. Dan lama kelamaan muncul kebosanan, karena kualitas event yang semakin parah. Akhirnya scene Surabaya masuk masa suramnya. Dan muncul event Trendy Bangsat yang digagas Erik (DRY) yang tetap mencoba untuk bertahan. Sesekali setau saya Nendy juga bikin event. Mungkin juga ada pihak lain yang bikin, tapi saya tidak terlalu mendengar atau tahu itu, sebab dalam kurun 2003 saya sudah aktif di Tengkorak, otomatis saya jadi kurang tahu kondisi scene kota Pahlawan, kota saya sendiri.

 

Di era sekitar 2008, Scene metal ini mulai tampak bernafas lagi, kali ini datang dari anak2 muda yang berakar dari scene Metal Core, yang kemudian beralih ke death core dan menjadi Death Metal lagi. Setau saya pelopor baru ini adalah Razorblade Terror , Climaxeth , Under My Throat, dan banyak lagi yang saya tidak tahu persis nama2 nya. Mereka banyak menggelar event tanpa dukungan dari ‘orang-orang lama’ scene Surabaya ini. Waktu itu hanya Wafat, Fear Inside dan Dry yang masih aktif. Yang lain pada tidak aktif, band saya Slowdeath juga sudah bubar di tahun 2004, sewaktu saya semakin sibuk dan nyaman di Tengkorak.

 

Titik balik dari semua ini muncul di awal 2009, setelah event Malevolent Creation batal digelar di Surabaya dengan cukup memalukan sekali. Awalnya, banyak pihak yang menyindir event Malevolent Creation di SBy yang tidak menampilkan opening act band death metal sby. Dari sulutan ini, rupanya semangat orang-orang lama Death metal SBY menjadi bangkit. Apalagi setelah event MC tersebut batal, inilah yang saya lihat sebagai pemicu band-band lama yang sudah tidak aktif menjadi bersemangat lagi. Sampai akhirnya tercetus SBDM, ini bukan organisasi tp hanya forum yang menyediakan info surabaya death metal saja sekaligus menjadi simbol persatuan, yang menggelar event Tegangan Tinggi di tahun 2009.

 

Sekarang ini, Surabaya sudah banjir event, banjir tongkrongan, kadang-kadang terjadi persaingan yang kurang sehat dalam scene ini (opini pribadi saya). Tapi sebenarnya kami semua mempunyai SATU TUJUAN YANG SAMA, YAITU MEMAJUKAN SCENE SURABAYA !!!.(samier)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s