Pilihan terakhir

Ternyata masih banyak yang menganggap bahwa dosen itu pilihan terakhir dari semua pekerjaan. Jadi jangan heran kalau banyak dosen mengajar sekedarnya saja, tidak ada tanggung jawab untuk mencerdaskan. Bisanya cuman menuntut belajar dan menganggap bodoh yang tidak belajar tanpa peduli berbedaan pemahaman dan latar belakang. Semua dianggap punya kemampuan yang sama untuk meringankan pekerjaannya. Apalagi ada yang memodifikasi nilai agar kelihatan berhasil pengajarannya. Coba kalau dosen adalah pilihan pertama, pasti malu kalau ada mahasiswanya yang belum paham. Tidak sekedar angka-angka atau berbangga diatas kerja keras mahasiswanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s