Pasar Porong

Inilah pemandangan terakhir pasar porong sebelum diratakan dengan tanah. Menurut aku, pasar ini merupakan icon porong. Yang jelas pasar ini berarti buat aku meskipun biang kemacetan jalan raya porong sebelum diperparah oleh lumpur. Aku punya beberapa stan favorit disitu:

1. Penjual permen pak sakur: waktu kecil hampir setiap kepasar ama ibuku pasti mampir beli permen sugus.

2. Toko buku al maarif: sebagian buku sd ku ama buku juzama beli disitu.

3. Toko cak kolik: langganan beli kabur barus ibuku.

4. Nasi rawon bu lurah: setiap dari dokter gigi pasti makan disitu kalo gak, gak bakal aku mau ke dokter gigi. Terakhir beli bulan lalu kayaknya, turun dari stasiun langsung sarapan.

5. Warung bakso pak bagong: paling enak sepasar.

6. Mie pak no: cap jaynya langganan almarhum bapak.

7. Sate kambing pasar porong.

8. Tahu campur pasar porong.

Mungkin besok sudah tidak ketemu semua itu, meskipun ketemu tapi dengan suasana yang beda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s