180 derajat

Tidak tau ak harus ngucapi apa, mungkin sudah jalannya. Berawal dari SMU swasta dekat terminal, semut (panggilan) tiap hari kerjaannya nonkrong diterminal. Setelah itu bertemu diinstitut untuk menutut ilmu yang tidak disangka sama sekali. Diawal penuh perjuangan, belum satu bulan sudah perang dengan senior dan oraganisasi yang tidak bermutu menurutku. Hapir tiap kuliah bawaannya senjata tajam. Akhirnya bubar juga pengkaderan. Hari2nya cuman diisi jalan2, makan2, dan band2an. Satu persatu temen satu gank mulai menghilang dengan kasusnya sendiri2. Cuman beberapa saja yang bertahan dan selesai dari institut. Pengangguran mulai menghantui dia muter2 cari kerjaan seadanya denganku. Mulai dari project aprv sampai ditipu perusahaan dijambi. Pulang tanpa sepeser uang, untung ak lagi refreshing dijakarta. Akhirnya dapat pulang juga kesurabaya. Setelah itu berbisnis bangunan ama barang kerajinan yang tidak jelas masadepannya. Kadang juga berburu barang ghaib saking nganggurnya. Tapi semua itu berakhir dengan pekerjaan dikantoran. Emang awalnya harus muter2 nyari data2 orang kaya. Dengan data orang kaya itu dia jadi kaya juga. Bener2 180 derajat perubahanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s