Demokrasi Tawur

Demokrasi itu harus pakai otak bukan tawur. Apa kalau tawur terlihat seperti pejuang demokrasi? Atau takut kehilangan pekerjaan? Tidak salah kalau anggota dewan seperti anak TK kata almarhum Gus Dur. Seharusnya mereka pakai otak kalau mereka pernah sekolah. Jadi tau bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah dengan sopan. Tidak perlu tawur atas nama demokrasi. Paling kalau sudah selesai juga tidur waktu rapat. Itu bukan khilaf tapi arogan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s